// 01 Komitmen Kami

Tanggung Jawab Sosial

WEGE berkomitmen mengelola dampak ekonomi dan sosial kegiatan usaha melalui tanggung jawab sosial yang berstandar tinggi, pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan, penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan berkeadilan lokal, serta hubungan harmonis dan inklusif dengan pemangku kepentingan.

Pendekatan
Periode
FY 2025
Cakupan
WEGE & anak usaha
WEGE mengelola sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan serta mendukung keberlanjutan kinerja, selaras dengan prinsip triple bottom line (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan yang terstruktur dalam pengelolaan hubungan industrial yang harmonis, WEGE berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi hak ketenagakerjaan, kesejahteraan, serta pengembangan kompetensi seluruh karyawan. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan dan praktik ketenagakerjaan yang mengacu pada regulasi yang berlaku, memastikan setiap insan perusahaan dapat tumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan perusahaan secara berkelanjutan.
// A·01 — DALAM ANGKA Dalam Angka Snapshot kuantitatif human capital FY 2025
01 · KOMPOSISI 2025

Total Employees

460 karyawan aktif
  • Pria 405 · 88%
  • Wanita 55 · 12%
460 TOTAL
Tren 4 tahun
+15.1%
02 · MOBILITAS 4-yr streak

% Internal Hiring

100% INTERNAL
Internal Hiring Detail
299
03 · PENGEMBANGAN rata-rata/karyawan

Training Hours

Laki-Laki 23,56 jam/karyawan
Perempuan 20,62 jam/karyawan
Pencapaian vs target (20 jam) 110%
// A·02 — PROGRAM Program Klik kartu untuk membuka aktivitas dan capaian kunci
04 · PROGRAM

Strategi Bisnis & Human Capital

WEGE menyelaraskan strategi Human Capital dengan arah bisnis perusahaan melalui perencanaan yang mengacu pada RJPP, RKAP, kebutuhan organisasi, dan prioritas proyek. Pendekatan ini memastikan pengelolaan SDM berjalan terarah, adaptif, dan mendukung pencapaian target perusahaan secara berkelanjutan.

05 · PROGRAM

Organisasi dan Budaya

WEGE mengelola organisasi dan budaya kerja melalui perencanaan struktur, penerapan nilai perusahaan, serta evaluasi efektivitas organisasi. Proses ini mendukung terbentuknya lingkungan kerja yang produktif, adaptif, dan selaras dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

06 · PROGRAM

Rekrutmen & Seleksi

WEGE melaksanakan rekrutmen dan seleksi secara terencana, objektif, dan berbasis kebutuhan jabatan. Proses ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan talenta yang sesuai dengan kualifikasi, standar kompetensi, dan kebutuhan operasional perusahaan.

07 · PROGRAM

Manajamen Kinerja

WEGE menerapkan sistem manajemen kinerja untuk menyelaraskan KPI perusahaan, unit kerja, dan individu. Sistem ini menjadi dasar dalam penilaian kinerja, pengembangan pegawai, serta pengambilan keputusan karier yang lebih terukur dan akuntabel.

08 · PROGRAM

Pembelajaran dan Pengembangan

WEGE menyelenggarakan program pembelajaran dan pengembangan berdasarkan kebutuhan kompetensi, hasil asesmen, dan evaluasi kinerja. Program ini bertujuan meningkatkan kapabilitas pegawai agar mampu mendukung kebutuhan bisnis dan perkembangan industri.

09 · PROGRAM

Manajemen Talenta, Karir, dan Suksesi

WEGE mengelola talenta, karier, dan suksesi melalui pemetaan potensi, pengembangan individu, talent pool, serta kesiapan suksesor untuk posisi strategis. Proses ini mendukung keberlanjutan kepemimpinan dan kesiapan organisasi di masa depan.

10 · PROGRAM

Pengharkatan

WEGE mengelola pengharkatan melalui kebijakan remunerasi dan total reward yang mempertimbangkan regulasi, kinerja, grading jabatan, serta ketentuan perusahaan. Pengelolaan ini dilakukan untuk mendukung kesejahteraan, apresiasi kinerja, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

11 · PROGRAM

Hubungan Industrial

WEGE menjaga hubungan industrial yang harmonis melalui penerapan PKB, komunikasi bipartit, kepatuhan ketenagakerjaan, serta penyelesaian isu hubungan kerja secara tertib. Pendekatan ini mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, adil, dan berkelanjutan.

// B·01 — PROSES BISNIS

Proses Bisnis

Diagram & Narasi — Sistem Manajemen Human Capital terintegrasi WEGE

Proses Bisnis Manajemen Human Capital di WEGE

Perusahaan mengembangkan Proses Bisnis Human Capital yang terintegrasi melalui pemanfaatan SAP WIKA Gedung Human Capital Management System (HCMS), dan Learning Management System (LMS) untuk mendukung pengelolaan SDM yang transparan, akuntabel, terdokumentasi, serta selaras dengan strategi dan kebutuhan organisasi.

// A — ALUR PROSES

Alur Proses

Diagram & Narasi — Alur proses perekrutan karyawan WEGE

Alur Proses Perekrutan Karyawan

WEGE menerapkan proses rekrutmen dan pengangkatan pegawai secara terencana, objektif, dan akuntabel untuk mendukung kesinambungan bisnis serta efektivitas operasional. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja disusun berdasarkan Rencana Strategis Perusahaan, RKAP, RKP, serta kebutuhan unit kerja, sehingga pemenuhan sumber daya manusia selaras dengan prioritas organisasi dan kebutuhan proyek.
Tahapan rekrutmen dilakukan melalui proses identifikasi kebutuhan, sourcing kandidat, seleksi administrasi, seleksi psikologi, wawancara, seleksi kesehatan, program pelatihan atau job assignment, uji kompetensi, hingga rapat tim penerimaan sebagai dasar pengambilan keputusan pengangkatan pegawai. Seluruh proses tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan kesesuaian kompetensi.
Melalui mekanisme rekrutmen yang terstruktur, WEGE memastikan bahwa proses pemenuhan tenaga kerja tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional, tetapi juga mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengembangan talenta, serta penciptaan lingkungan kerja yang profesional dan berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam membangun fondasi human capital yang adaptif, kompeten, dan mampu mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang.

// B — REKRUTMEN

Rekrutmen

Rekrutmen Karyawan — Data Rekrutmen 3 Tahun
Rekrutmen 2025 2024 2023
Kelompok Usia 18 - 30 0 0 0
31 - 40 0 0 0
41 - 50 0 1 0
>50 0 0 0
Jumlah 0 1 0
Jenis Kelamin Laki-Laki 0 1 0
Perempuan 0 0 0
Jumlah 0 1 0
Wilayah Kerja Kantor Pusat 0 0 0
Marketing Division 0 0 0
Operation Division 0 0 0
Operation and Modular Division 0 0 0
Operation and Concession Division 0 1 0
Anak Perusahaan 0 0 0
Jumlah 0 1 0
Tipe Internal 0 1 0

Dalam menjaga kesinambungan bisnis dan efektivitas operasional, WEGE menerapkan proses perekrutan yang terencana, objektif, dan terbuka. Kami memastikan setiap pemenuhan kebutuhan human capital selalu terukur dan terintegrasi langsung dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Rencana Kerja Proyek (RKP). Berlandaskan teguh pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), WEGE menjamin bahwa seluruh proses rekrutmen dijalankan dengan penuh transparansi.

// C·01 — CHART

Chart

Tingkat turnover rate tercatat naik dari 5,46% (2024) menjadi 7,08% (2025). Dinamika ini terutama dipicu oleh lonjakan jumlah karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela (voluntary resignation), yang meningkat lebih dari dua kali lipat, bukan karena pensiun. Berlangsung di tengah fase penataan organisasi dan transformasi bisnis, kondisi ini mendorong WIKA GEDUNG untuk memperkuat strategi retensi talenta internal.

// C·02 — TABEL

Tabel

Tingkat Turnover — Rincian per Kategori
Turnover 2025 2024 2023
Kelompok Usia 18 - 30 10 6 5
31 - 40 11 6 10
41 - 50 6 1 1
>50 7 15 15
Jumlah 34 28 31
Jenis Kelamin Laki - Laki 30 23 29
Perempuan 4 5 2
Jumlah 34 28 31
Wilayah Kerja Kantor Pusat 12 4 6
Marketing Division 2 0 8
Operation Division 10 1 5
Operation and Modular Division 2 11 3
Operation and Concession Division 5 7 4
Anak Perusahaan 3 5 3
Jumlah 34 28 31
Turnover Karyawan Berdasarkan Alasan Keputusan Perusahaan 3 2 5
Mengundurkan Diri 23 11 10
Meninggal Dunia 2 - 1
Pensiun Normal 4 15 15
Pensiun Sukarela 2 - -
Jumlah 34 28 31
// A·01 — SEBARAN

Sebaran

Demografis Distribusi Karyawan
460 Total
Demografis Distribusi Karyawan Laki-Laki dan Perempuan

Komposisi karyawan perempuan di WIKA dari total 460 orang adalah sebanyak 55 orang (12%), sedangkan karyawan laki-laki sebanyak 405 orang (88%). Sebagian besar karyawan didominasi oleh usia produktif muda antara 25 hingga 45 tahun yang tercatat sebanyak 381 orang (82,8% dari total).

// B·01 — RINGKASAN

Ringkasan

Keberagaman karyawan menjadi bagian penting dalam penguatan budaya kerja WEGE yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Pengelolaan data demografi berdasarkan usia, status kepegawaian, dan tingkat jabatan digunakan Perseroan untuk memastikan kesempatan yang setara bagi setiap insan WEGE dalam berkembang serta berkontribusi sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Umur, Status Karyawan, Level Jabatan — Ringkasan per Kategori
Uraian 2025 2024 2023
Karyawan Berdasarkan Gender Pria 405 440 460
Wanita 55 60 65
Karyawan Berdasarkan Level Jabatan Direksi 5 5 5
Manajer 81 80 82
Supervisor 183 261 214
Staff 191 154 224
Karyawan Berdasarkan Usia <25 0 0 -
25-35 220 257 283
35-45 161 162 160
46-55 78 80 76
>55 1 1 6
Karyawan Berdasarkan Pendidikan S2 57 46 47
S1 356 399 418
D3 42 52 57
SMA 3 3 3
Karyawan Berdasarkan Wilayah Kantor Pusat 353 243 233
Proyek 107 257 292
// B·02 — LEVEL JABATAN

Level Jabatan

Umur, Status Karyawan, Level Jabatan — Rincian Level Jabatan per Gender
Level Jabatan / Position Level 2025 2024 2023
Laki-Laki / Male Perempuan / Female Laki-Laki / Male Perempuan / Female Laki-Laki / Male Perempuan / Female
Jumlah (Total) (%) Jumlah (Total) (%) Jumlah (Total) (%) Jumlah (Total) (%) Jumlah (Total) (%) Jumlah (Total) (%)
Entry-level 174 38 17 4 133 27 21 4 196 37 28 5
Mid-level 155 34 28 6 230 46 31 6 184 35 30 6
Senior-level 71 15 10 2 72 14 8 2 75 14 7 1
Executive-level 5 1 0 0 5 1 0 0 5 1 0 0
Total 405 88 55 12 440 88 60 12 460 88 65 12
Fungsi Penghasil Pendapatan 259 64 14 25 - - - - - - - -
Fungsi STEM 323 80 36 65 - - - - - - - -
// C·01 — AGAMA

Agama

Agama — Distribusi Karyawan
Agama Total Persentase (%)
Islam 437 95
Kristen Protestan 16 3.5
Kristen Katholik 6 1.3
Hindu 1 0.2
Total 460 100
// D·01 — KOMITMEN

Komitmen

WEGE berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, adil, dan saling menghargai dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal. Komitmen ini diterapkan pada seluruh proses ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen, penempatan, pengembangan karier, penilaian kinerja, hingga pengakhiran hubungan kerja, tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, status sosial, pandangan politik, kondisi fisik, maupun latar belakang lainnya.

Prinsip Utama

  • Kesetaraan kesempatan bagi seluruh karyawan
  • Bebas diskriminasi dalam seluruh proses ketenagakerjaan
  • Lingkungan kerja inklusif, adil, dan saling menghargai

Landasan Komitmen

  • Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
  • UU No. 21 Tahun 1999 tentang pengesahan ILO Convention No. 111
  • Panduan Kesetaraan dan Non-Diskriminasi di Tempat Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan

Praktik Ketenagakerjaan yang Adil

  • Pengaturan jam kerja secara terukur
  • Pencegahan lembur berlebih
  • Pemenuhan hak cuti berbayar, termasuk cuti tahunan dan cuti sakit
  • Mendukung kesejahteraan dan work-life balance

Respectful Workplace Policy (RWP)

  • Bebas dari diskriminasi, pelecehan, perundungan, dan kekerasan
  • Mendorong pelaporan melalui kanal resmi perusahaan
  • Sanksi konsisten terhadap pelanggaran
  • Perlindungan bagi pelapor yang beritikad baik
// A·01 — MANAJEMEN KINERJA

Manajemen Kinerja

WEGE menerapkan Performance Management System (PMS) sebagai kerangka kerja untuk menilai, meningkatkan, dan menyelaraskan kinerja pegawai dengan tujuan perusahaan. Sistem ini dilakukan secara berjenjang melalui proses cascading performance system, mulai dari KPI Perusahaan, KPI Unit Kerja, hingga Program Kerja Individu/KPI Individu. Melalui mekanisme ini, setiap sasaran kerja dapat diturunkan secara jelas, terukur, dan saling terhubung antara level perusahaan, unit kerja, dan individu.

01 Kinerja Perusahaan

Kinerja Perusahaan

Kinerja Perusahaan ditetapkan melalui KPI Perusahaan yang disusun berdasarkan aspirasi pemegang saham. KPI menjadi arah utama dalam menentukan sasaran strategis tahunan perusahaan serta menjadi dasar bagi seluruh unit kerja dalam menyusun target yang mendukung pencapaian kinerja perusahaan.

02 Kinerja Divisi

Kinerja Divisi

KPI Unit Kerja merupakan sasaran kerja yang diturunkan dari KPI Perusahaan dan ditetapkan oleh Direksi. KPI ini terdiri dari KPI mandatory serta KPI spesifik sesuai sasaran masing-masing unit kerja.

03 Kinerja Individu

Kinerja Individu

Program Kerja Individu/KPI Individu disusun oleh pegawai bersama atasan langsung untuk mendukung KPI Unit Kerja dan tugas lain yang mendukung perusahaan. Program ini terdiri dari 7-15 inisiatif dengan bobot masing-masing 5%-35%.

// A·01 — KOMPETENSI

Kompetensi

WEGE berkomitmen meningkatkan kompetensi karyawan melalui program pengembangan yang terencana, terukur, dan selaras dengan kebutuhan bisnis serta dinamika industri konstruksi. Pada tahun 2025, rata-rata jam pelatihan mencapai 26,45 jam per karyawan, dengan 1.055 karyawan atau 93% pegawai berpartisipasi dalam program pelatihan. Rata-rata durasi pelatihan tercatat 23,56 jam untuk karyawan laki-laki dan 20,62 jam untuk karyawan perempuan.

Melalui program kepemimpinan, pelatihan digital, pembelajaran berbasis kolaborasi, serta penguatan prinsip Diversity, Equity & Inclusion (DEI), WEGE mendorong budaya belajar yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas karyawan, menyiapkan talenta masa depan, serta mendukung produktivitas dan daya saing perusahaan jangka panjang.

Program Pengembangan Kepemimpinan

WEGE mengembangkan program kepemimpinan secara berjenjang untuk menyiapkan talenta yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi kebutuhan bisnis masa depan. Program ini mendukung keberlanjutan kepemimpinan serta penguatan kapasitas manajerial di setiap level organisasi.

Program Pelatihan Digital

WEGE mendorong peningkatan kompetensi digital melalui pelatihan dan akses pembelajaran daring, termasuk LinkedIn Learning dan Wikademy. Program ini mendukung transformasi digital, pemanfaatan teknologi, serta kesiapan karyawan dalam menghadapi perubahan cara kerja.

Pembelajaran Berbasis Kolaborasi

WEGE memperkuat budaya belajar melalui knowledge sharing, forum pembelajaran internal, diskusi lintas unit, dan Community of Practice. Pendekatan ini mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik untuk meningkatkan kapabilitas bersama.

Program Terkait Diversity, Equity & Inclusion (DEI)

WEGE menerapkan prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi dalam lingkungan kerja untuk menciptakan budaya yang inklusif, adil, dan saling menghargai. Program ini mendukung kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.

// B·01 — PLATFORM

Platform

WEGE mengembangkan kompetensi karyawan melalui program pelatihan wajib dan opsional yang disesuaikan dengan jenjang jabatan, kebutuhan individu, serta hasil Training Need Analysis (TNA) dari setiap unit kerja. Program ini dirancang secara terukur dengan memperhatikan tujuan, sasaran, anggaran, dan jangka waktu pelaksanaan agar pengembangan karyawan selaras dengan prioritas bisnis dan kebutuhan organisasi.

Untuk mendukung pembelajaran yang fleksibel dan berkelanjutan, WEGE memanfaatkan platform digital seperti LinkedIn Learning dan Wikademy, platform pembelajaran di lingkungan WIKA Group. Melalui platform tersebut, karyawan dapat mengakses materi pengembangan digital, profesional, kepemimpinan, dan keterampilan fungsional secara lebih mudah.

Pengembangan karyawan dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pembelajaran, coaching, mentoring, assignment, magang, short course, uji keahlian, sertifikasi eksternal, dan pendidikan lanjutan. Pendekatan ini memperkuat budaya belajar yang adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan perusahaan.

// 9 METODE PENGEMBANGAN
  • Pembelajaran
  • Coaching
  • Mentoring
  • Assignment
  • Magang
  • Short Course
  • Uji Keahlian
  • Sertifikasi Eksternal
  • Pendidikan Lanjutan
// C·01 — EFEKTIVITAS

Efektivitas

WEGE mengembangkan program pembelajaran karyawan yang mengacu pada sistem pelatihan terintegrasi di tingkat pusat, sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, kompetensi jabatan, dan prioritas pengembangan internal perusahaan. Melalui pendekatan ini, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas karyawan, kesiapan talenta, dan daya saing organisasi.

Efektivitas pelatihan diukur secara berkelanjutan melalui tingkat kepuasan peserta, perubahan perilaku kerja, penilaian atasan, serta kesesuaian materi dengan kebutuhan unit kerja. Pengukuran ini membantu WEGE memastikan bahwa setiap program pengembangan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi, produktivitas, dan kontribusi karyawan dalam mendukung pencapaian target perusahaan.

Hasil evaluasi pelatihan digunakan sebagai dasar untuk menyempurnakan materi, metode pembelajaran, dan rencana pengembangan berikutnya. Dengan cara ini, WEGE mendorong terciptanya budaya belajar yang adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan organisasi di masa depan.

WEGE memastikan setiap program pengembangan berjalan relevan, terukur, dan berdampak bagi peningkatan kapasitas karyawan serta keberlanjutan kinerja perusahaan.

// A·01 — LIVING WAGE

Living Wage

WEGE menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam sistem remunerasi bagi seluruh karyawan. Perusahaan memastikan setiap karyawan memperoleh upah, tunjangan, dan kompensasi secara adil dan transparan, tanpa adanya praktik diskriminasi dalam bentuk apa pun. Tidak terdapat perbedaan rasio gaji pokok maupun remunerasi antara karyawan perempuan dan laki- laki di seluruh wilayah operasional Perseroan.

Lebih lanjut, WEGE menjamin bahwa upah minimum karyawan tetap pada level terendah selalu berada di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 226 Tahun 2000 tentang perubahan sejumlah pasal dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-01/MEN/1999 mengenai Upah Minimum.

Penerapan kebijakan tersebut mencerminkan kepatuhan Perseroan terhadap regulasi ketenagakerjaan sekaligus komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan sejahtera.

Komitmen Living Wage — Remunerasi yang Adil & Setara
Unit Usaha Provinsi UMP Gaji Entry Level Persentase
WEGE DKI Jakarta 5.396.761 8.086.000 149,83%
// B·01 — KESETARAAN

Kesetaraan

WEGE menerapkan sistem remunerasi yang adil, transparan, kompetitif, dan bebas diskriminasi bagi seluruh karyawan. Remunerasi diberikan berdasarkan tanggung jawab jabatan, kompetensi, risiko pekerjaan, dan kontribusi kinerja, tanpa membedakan gender. Perusahaan juga memastikan upah minimum karyawan tetap pada level terendah berada di atas UMP DKI Jakarta, dengan rasio 149,83% pada tahun 2025.

Selain gaji pokok, WEGE menyediakan berbagai tunjangan dan manfaat bagi karyawan tetap maupun kontrak, termasuk tunjangan posisi, THR, cuti, asuransi, layanan kesehatan, persiapan pensiun, bonus, kepemilikan saham, cuti melahirkan, serta program pengakuan prestasi. Melalui kebijakan ini, WEGE memperkuat komitmen terhadap kesetaraan, kesejahteraan, dan lingkungan kerja yang inklusif.

Kesetaraan di Tempat Kerja — Gaji & Remunerasi
Jenis Tunjangan Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Tunjangan Posisi
Tunjangan Hari Raya Keagamaan
Tunjangan Cuti
Asuransi Jiwa
Perawatan Kesehatan
Tanggungan Disabilitas dan Difabel
Persiapan Masa Pensiun
Kepemilikan Saham
Bonus
Cuti Melahirkan
Program Pengakuan Prestasi
Kesetaraan di Tempat Kerja — Gaji & Remunerasi
Uraian Jenis Kelamin 2025 2024 2023
Jumlah Karyawan yang berhak mendapat cuti melahirkan Pria 405 440 460
Wanita 55 60 65
Jumlah Karyawan yang mengambil cuti melahirkan Pria 24 0 7
Wanita 2 2 2
Jumlah Karyawan yang kembali bekerja pada periode pelaporan setelah cuti melahirkan berakhir Pria 24 0 7
Wanita 2 2 0
Persentase karyawan yang mengambil cuti melahirkan dan kembali bekerja Pria 100% 100% 100%
Wanita 100% 100% 100%
// C·01 — FASILITAS

Fasilitas

Daycare

Daycare

WEGE mendukung pemanfaatan fasilitas pendukung anak yang tersedia melalui lingkungan WIKA Holding sebagai bagian dari upaya menciptakan tempat kerja yang ramah keluarga. Dukungan ini membantu karyawan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan peran keluarga.

Klinik Kesehatan

Klinik Kesehatan

WEGE mendukung akses layanan kesehatan dasar bagi karyawan melalui fasilitas kesehatan di lingkungan WIKA Holding, sebagai bagian dari komitmen menciptakan tempat kerja yang sehat, responsif, dan peduli terhadap kesejahteraan pekerja.

Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan Kesehatan

WEGE menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan berkala atau Medical Check-Up (MCU) bagi calon pegawai dan pegawai sesuai ketentuan perusahaan. Pemeriksaan dapat mencakup MCU umum, khusus, maupun spesifik berdasarkan risiko pekerjaan dan kebutuhan kesehatan karyawan.

Ruang Laktasi

Ruang Laktasi

EGE mendukung pemanfaatan ruang laktasi yang tersedia di lingkungan WIKA Holding sebagai bentuk dukungan bagi karyawan perempuan, khususnya ibu menyusui. Fasilitas ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, nyaman, dan ramah keluarga.

Asuransi Tambahan

Asuransi Tambahan

Selain perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, WEGE menyediakan perlindungan kesehatan tambahan sesuai ketentuan perusahaan. Dukungan ini memperkuat akses karyawan terhadap layanan kesehatan dan perlindungan kesejahteraan.

Tugas Belajar

Tugas Belajar

WEGE memberikan kesempatan tugas belajar bagi karyawan terpilih untuk mengikuti pendidikan lanjutan sesuai kebutuhan organisasi. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi strategis dan mendukung kesiapan talenta perusahaan di masa depan.

Izin Belajar

Izin Belajar

WEGE memberikan dukungan bagi karyawan yang melanjutkan pendidikan secara mandiri melalui mekanisme izin belajar sesuai ketentuan perusahaan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi dan peningkatan kapasitas karyawan.

Internship

Internship

WEGE mendukung pengembangan talenta muda melalui program magang sebagai bagian dari pengenalan dunia kerja dan penguatan talent pipeline. Program ini memberikan ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa atau lulusan baru untuk memahami kebutuhan industri konstruksi.

Layanan Wellbeing

Layanan Wellbeing

WEGE menjalankan program well-being untuk mendukung kesehatan fisik, mental, dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Program ini mencakup dukungan pengelolaan stres, edukasi kesehatan, pembinaan mental, serta inisiatif yang mendorong lingkungan kerja yang suportif.

Kegiatan Olahraga dan Hobi

Kegiatan Olahraga dan Hobi

WEGE mendorong pola hidup sehat melalui kegiatan olahraga, rekreasi, gathering, dan komunitas hobi sesuai kemampuan serta kebutuhan unit kerja. Program ini mendukung kebugaran, kebersamaan, dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan.

Recharge Corner

Recharge Corner

WEGE menyediakan rest corner di beberapa area kerja sebagai ruang singkat bagi karyawan untuk beristirahat dan memulihkan energi di sela aktivitas. Fasilitas ini mendukung kenyamanan, kesejahteraan, serta produktivitas karyawan.

// D·01 — KESEJAHTERAAN

Kesejahteraan

WEGE menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, inklusif, dan produktif. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program kesejahteraan, layanan kesehatan, fasilitas pendukung, serta inisiatif yang membantu karyawan menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja, kesehatan pribadi, dan peran keluarga.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental, WEGE menyediakan Employee Assistance Program (EAP) sebagai layanan bantuan bagi karyawan dalam menghadapi tantangan pribadi maupun profesional, termasuk stres kerja, isu keluarga, dan kesehatan mental. Program ini diperkuat melalui dukungan psikologis, pembinaan mental, sesi edukasi kesehatan, serta kampanye internal untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif dan peduli.

Perusahaan juga menyelenggarakan layanan kesehatan dan kegiatan olahraga secara berkala untuk mendorong gaya hidup sehat serta meningkatkan kebugaran karyawan. Selain itu, WEGE memberikan family benefits yang mencakup cuti melahirkan bagi karyawan perempuan, cuti mendampingi pasangan melahirkan, serta cuti untuk mendampingi anggota keluarga yang sakit.

Dalam mendukung peran karyawan sebagai profesional sekaligus anggota keluarga, WEGE menyediakan fasilitas pendukung seperti ruang laktasi yang memadai dan fasilitas penunjang lainnya di lingkungan kerja. Melalui berbagai inisiatif ini, WEGE berupaya menciptakan ekosistem kerja yang peduli, seimbang, dan berkelanjutan, sehingga karyawan dapat bekerja secara optimal sekaligus menjaga kesejahteraan diri dan keluarganya.

// A·01 — KEBIJAKAN HAM

Kebijakan HAM

Komitmen

WEGE berkomitmen menegakkan hak asasi manusia secara adil dan transparan melalui pemenuhan hak karyawan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan penciptaan lingkungan kerja yang inklusif.

Dokumen Kebijakan Jumlah dokumen: 3
// B·01 — SEKAR WEGE

SEKAR WEGE

SEKAR WIKA Gedung merupakan wadah representasi karyawan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk yang berperan dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, terbuka, dan konstruktif antara karyawan dan perusahaan. Melalui keberadaan SEKAR, aspirasi karyawan dapat disampaikan secara lebih terstruktur, sehingga komunikasi, kolaborasi, dan penyelesaian isu ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik sesuai prinsip keadilan, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap hubungan kerja yang sehat, SEKAR WIKA Gedung juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif melalui dialog, koordinasi, serta peran aktif dalam menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan. Peran ini menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak karyawan, keberlangsungan operasional perusahaan, dan pencapaian tujuan organisasi jangka panjang.

Pada tahun 2024, SEKAR WIKA Gedung telah melaksanakan Musyawarah Nasional sebagai forum organisasi untuk menetapkan kepengurusan periode 2024–2026. Susunan kepengurusan terdiri dari Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Cabang yang mewakili Kantor Pusat, wilayah proyek, konsesi, dan modular, sehingga fungsi representasi karyawan dapat menjangkau berbagai unit kerja dan wilayah operasional perusahaan. 100% karyawan WEGE tercakup dalam SEKAR WIKA Gedung.

Untuk memperkuat transparansi dan keterwakilan dalam hubungan industrial, susunan kepengurusan SEKAR WIKA Gedung periode 2024–2026 disajikan secara terstruktur melalui Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus Cabang. Struktur ini menunjukkan peran masing-masing pengurus dalam mendukung koordinasi, komunikasi, dan penyaluran aspirasi karyawan di berbagai area kerja perusahaan.

// C·01 — MANAJEMEN HAM

Manajemen HAM

Manajemen HAM

WEGE berkomitmen menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dalam seluruh operasional dengan memastikan pemenuhan hak dasar setiap individu dihormati dan dilindungi melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Perusahaan secara aktif mencegah segala bentuk diskriminasi dan pelecehan, serta berkomitmen untuk merancang langkah mitigasi dan remediasi HAM secara bertahap guna mengatasi potensi risiko di lingkungan kerja.

Perusahaan saat ini terus memperkuat kerangka pengelolaan HAM dan bersiap mengembangkan mekanisme uji tuntas (due diligence) yang terstruktur guna mengevaluasi perlindungan hak asasi manusia yang sejalan dengan praktik bisnis yang bertanggung jawab, yang tercermin dalam laporan berikut.

// D·01 — PENGADUAN

Pengaduan

WEGE menyediakan mekanisme pengaduan yang terbuka dan mudah diakses bagi pelanggan serta pemangku kepentingan untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun dugaan pelanggaran terkait layanan perusahaan. Setiap laporan ditangani secara objektif dan akuntabel melalui proses verifikasi, tindak lanjut, dan penyelesaian yang tepat, dengan tetap menjaga kerahasiaan pelapor. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya WEGE dalam memperkuat kualitas layanan, kepercayaan, dan kepuasan pemangku kepentingan.

Alur penanganan pengaduan dilakukan secara terstruktur mulai dari penerimaan laporan oleh PIC WBS dengan SLA 1x24 jam, penelaahan oleh Tim Kepatuhan, serta verifikasi awal masing-masing dengan SLA 1 hari. Apabila terdapat bukti pendukung, laporan akan diklasifikasikan berdasarkan tipe kasus dan dilanjutkan ke proses investigasi dengan SLA 1–90 hari kalender, kemudian hasilnya diproses melalui kesimpulan pokok, Majelis Kehormatan, rekomendasi, hingga keputusan Manajemen Puncak/Direksi dengan SLA tindak lanjut masing-masing 3 hari.

Alur penanganan pengaduan
7 Total Pelaporan
100% Laporan Telah Ditindaklanjuti
// A·01 — KEBIJAKAN K3

Kebijakan K3

WEGE menempatkan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai prioritas utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang layak, aman, sehat, dan produktif. Penerapan K3L dilakukan secara menyeluruh di seluruh lini usaha, baik di tingkat korporat, divisi, maupun proyek, serta berlaku bagi karyawan, tenaga kerja proyek, kontraktor, subkontraktor, pemasok, dan pihak lain yang terlibat dalam aktivitas bisnis WEGE.

Penerapan K3L WEGE mengacu pada regulasi nasional dan standar internasional yang relevan, antara lain Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai PP No. 50 Tahun 2012, ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen K3, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 50001:2018 tentang Sistem Manajemen Energi. Komitmen ini diperkuat melalui kebijakan dan prosedur internal, termasuk Kebijakan K3, Stop Work Authority, pedoman SMK3L, prosedur izin kerja berisiko tinggi, SHE Plan, standar APD, keselamatan kerja di ketinggian, keselamatan instalasi listrik, serta pengoperasian alat angkat dan tower crane.

Pengelolaan K3L dijalankan secara berjenjang melalui Quality, Safety, Health and Environment Division di tingkat korporat, Bidang QSHE di tingkat divisi, serta fungsi Safety, Health & Environment di tingkat proyek. WEGE juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala melalui audit internal, Kick Off Meeting QSHE, klinik QSHE, monitoring QSHE, QSHE Patrol, dan Rapat Koordinasi QSHE.

Melalui penerapan sistem K3L yang terstruktur dan berkelanjutan, WEGE mendorong keterlibatan aktif seluruh karyawan dan mitra kerja untuk mencapai target nihil kecelakaan kerja, mencegah penyakit akibat kerja, mengurangi potensi kebakaran, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya WEGE dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, patuh, dan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.

// B·01 — PROGRAM K3

Program K3

WEGE menempatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan atau K3L sebagai prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Melalui penerapan sistem manajemen K3 yang terstruktur, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja, termasuk karyawan, pekerja kontrak, tenaga alih daya, dan pihak terkait di area kerja.

01 Praktik K3L

Praktik K3L

WEGE menerapkan praktik K3L secara terintegrasi melalui komunikasi keselamatan, partisipasi pekerja, pelaporan bahaya, serta penguatan budaya kerja aman di seluruh area operasional. Forum seperti QHSE Patrol, QHSE Induction, SHE Morning Talk, Toolbox Meeting, dan Pelatihan QSHE menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap risiko kerja dan langkah pencegahannya. Pada tahun 2025, WEGE mencatat 0 kecelakaan fatal serta 0 kasus penyakit akibat kerja, mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja.

02 Pengendalian Risiko K3

Pengendalian Risiko K3

WEGE melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko secara sistematis pada setiap aktivitas kerja. Pengendalian dilakukan melalui metode kerja aman, inspeksi, penggunaan alat pelindung diri, pengawasan khusus, serta penerapan prosedur sesuai standar. Perhatian khusus diberikan pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pekerjaan listrik, pekerjaan di ketinggian, scaffolding, alat angkat dan angkut, pekerjaan panas, galian, manual handling, serta penanganan bahan berbahaya dan beracun.

03 Identifikasi & Asesmen Risiko K3

Identifikasi & Asesmen Risiko K3

WEGE melakukan identifikasi bahaya di seluruh aktivitas pekerjaan melalui Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Determining Control (HIRARDC) dan Job Safety Analysis (JSA). Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk secara sistematis mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap pekerjaan di proyek konstruksi, menilai tingkat risiko yang terkait, dan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang sesuai dengan hierarki pengendalian risiko.

04 Inspeksi Internal

Inspeksi Internal

Untuk memastikan potensi bahaya dapat teridentifikasi secara tepat dan risiko dapat dikendalikan secara efektif selama proses konstruksi berlangsung, WEGE melaksanakan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala melalui monitoring QSHE, klinik QSHE, inspeksi 360, RCA, Inspeksi Alat Angkat-Angkut, Inspeksi alat bantu, Permit To Work dan QSHE Patrol sebagai bentuk kegiatan inspeksi internal di lingkungan proyek.

05 Investigasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Investigasi dan Perbaikan Berkelanjutan

WEGE telah menetapkan prosedur investigasi pelaporan kecelakaan untuk setiap insiden kerja di lingkungan WEGE wajib dicatat, dilaporkan, dan dianalisis untuk mengetahui akar penyebab kejadian. Hasil investigasi digunakan sebagai dasar penyusunan tindakan korektif dan preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Proses ini memperkuat akuntabilitas, pembelajaran bersama, serta peningkatan efektivitas sistem K3 secara berkelanjutan.

06 Pelatihan dan Kompetensi K3

Pelatihan dan Kompetensi K3

WEGE menyelenggarakan pelatihan K3 secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pekerja sesuai tingkat risiko pekerjaan. Program pelatihan mencakup pelatihan umum K3 serta pelatihan khusus, seperti P3K, K3 listrik, bekerja di ketinggian, alat angkat dan angkut, scaffolding, pekerjaan panas, manual handling, pekerjaan galian, penanganan bahan berbahaya, serta sertifikasi Ahli Muda K3 Konstruksi.

07 Sarana Pendukung dan Kesehatan Pekerja

Sarana Pendukung dan Kesehatan Pekerja

WEGE menyediakan sarana pendukung K3 dan fasilitas kesehatan seperti kotak P3K, klinik darurat, alat tanggap darurat, APD, jalur evakuasi, rambu keselamatan, serta sarana komunikasi K3. Perusahaan juga menjalankan program kesehatan pekerja melalui pemeriksaan kesehatan berkala, konseling, sosialisasi ergonomi, edukasi gizi, kegiatan olahraga, BPJS Kesehatan, dan asuransi kesehatan. Pada tahun 2025, lebih dari 90% pekerja mengikuti Medical Check-Up (MCU) dan perusahaan melaksanakan 3 sesi health talk serta pelatihan ergonomi.

08 Penetapan Prioritas dan Integrasi Rencana Aksi serta Merespons Situasi Berbahaya

Penetapan Prioritas dan Integrasi Rencana Aksi serta Merespons Situasi Berbahaya

Untuk menetapkan prioritas dan mengintegrasikan rencana aksi dengan target terukur untuk mengatasi risiko K3, WEGE melaksanakan Analisis Insiden & Near-Miss dan Efektivitas Kontrol Administratif. Menyikapi hasil evaluasi tersebut, WEGE telah menyusun dan mulai mengimplementasikan langkah-langkah perbaikan strategis untuk tahun berjalan dan masa mendatang melalui Penguatan Safety Leadership di Level Supervisor, Digitalisasi Pelaporan dan Inspeksi, dan program Safety Mental health. menyediakan sistem pelaporan bagi pekerja untuk melaporkan bahaya terkait pekerjaan dan situasi berbahaya yang ditemui melalui pelaporan langsung kepada supervisor atau petugas K3 di lokasi kerja dan sistem pelaporan digital melalui aplikasi internal.

09 Kinerja dan Evaluasi K3

Kinerja dan Evaluasi K3

WEGE memantau kinerja K3 melalui indikator kecelakaan kerja, tingkat keparahan, frekuensi kecelakaan, jam kerja tanpa kecelakaan, serta data penyakit akibat kerja. Pada tahun 2025, WEGE mencatat 2 insiden ringan, 1 insiden Sementara Tidak Mampu Bekerja (SMTB), dan 0 insiden fatal. Kinerja K3 juga dipantau melalui jam kerja tanpa kecelakaan, yaitu 956.800 jam kerja untuk karyawan dan 14.478.472 jam kerja untuk kontraktor. Hasil evaluasi ini menjadi dasar peningkatan pengendalian risiko dan penguatan budaya keselamatan secara berkelanjutan.

a Hubungan Pelanggan

Hubungan Pelanggan

// A·01 — SURVEI KEPUASAN PELANGGAN

Survei Kepuasan Pelanggan

WEGE menempatkan kepuasan pelanggan sebagai indikator utama dalam peningkatan kualitas layanan dan keberhasilan proyek. Melalui Customer Satisfaction Index (CSI), perusahaan secara berkala mengukur persepsi pelanggan terhadap kualitas produk, ketepatan waktu, responsivitas, komunikasi, dan layanan pasca proyek. Hasil survei digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja, perbaikan berkelanjutan, serta penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan berbasis kepercayaan dan profesionalisme.

// A·02 — MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN

Manajemen Hubungan Pelanggan

WEGE menghadirkan Customer Relationship Management (CRM) sebagai pendekatan terintegrasi untuk memastikan setiap interaksi dengan pelanggan. Dari tahap awal hingga pasca konstruksi, kami berfokus pada satu tujuan yaitu menciptakan kepuasaan pelanggan dan berkelanjutan.

Didukung oleh penerapan Service Level Agreement (SLA) yang terukur, WEGE menjamin layanan yang responsif, tepat waktu, dan berkualitas tinggi di setiap fase proyek.

Dengan sinergi, CRM WEGE tidak hanya menjaga hubungan tetapi juga mengubahnya menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Alur Proses Penanganan Keluhan

Alur Proses Penanganan Keluhan

Saluran Kontak WIKA Gedung

a Hubungan Komunitas

Hubungan Komunitas

// A·01 — HUBUNGAN KOMUNITAS

Hubungan Komunitas

WEGE mengukur dampak program CSR/TJSL melalui pendekatan integrated impact measurement yang mengombinasikan Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pendekatan ini digunakan untuk menilai nilai manfaat sosial dari setiap investasi program sekaligus memahami tingkat kepuasan dan penerimaan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa program CSR/TJSL WEGE memberikan manfaat sosial yang melampaui biaya yang dikeluarkan, dengan tingkat kepuasan masyarakat yang positif. Melalui evaluasi ini, WEGE memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan program sosial berbasis dampak.

Jasmine Integrated Farming

Jasmine Integrated Farming
Nilai SROI 6,62
Nilai IKM 89,64 %

Teras Braga & Co Working Space

Teras Braga & Co Working Space
Nilai SROI 4,56

WEGE Lapak

WEGE Lapak
Nilai SROI 3,42

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Modular
Nilai SROI 3,42
Nilai IKM 83,03%