WEGE secara berkala melaksanakan Employee Engagement Survey (EES) untuk memahami tingkat keterikatan, pengalaman kerja, serta persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dan dukungan organisasi. Hasil survei digunakan sebagai salah satu dasar evaluasi dan pengembangan program Human Capital, khususnya dalam memperkuat pengalaman karyawan, pengembangan kompetensi, hubungan kerja, serta lingkungan kerja yang positif dan produktif.
Pada tahun 2025, Employee Engagement Survey (EES) mencatat tingkat engagement sebesar 60%. Dalam empat tahun terakhir, hasil EES tercatat sebesar 76% pada 2022, 76% pada 2023, 73% pada 2024, dan 60% pada 2025. Tren tersebut menjadi perhatian Perusahaan dan digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi area perbaikan serta memperkuat program pengelolaan Human Capital yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan pengalaman karyawan.
Dalam pelaksanaannya, EES menggali berbagai aspek pengalaman karyawan, antara lain dukungan perusahaan, dukungan atasan, hubungan kerja dalam organisasi, persepsi terhadap lingkungan dan suasana kerja, pengembangan karyawan, serta kondisi emosional karyawan. Melalui aspek tersebut, WEGE memperoleh masukan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan, pengalaman positif, dan keterikatan karyawan dalam bekerja.
Hasil EES juga dianalisis melalui dimensi Say, Stay, dan Strive, yang menggambarkan sejauh mana karyawan memiliki persepsi positif terhadap perusahaan, memiliki keinginan untuk tetap bersama perusahaan, serta terdorong untuk memberikan kontribusi terbaik. Pada tahun 2025, masing-masing dimensi tersebut mencatat skor 65% untuk Say, 57% untuk Stay, dan 64% untuk Strive. Hasil survei tersebut menjadi masukan bagi Perusahaan dalam menentukan prioritas perbaikan dan penguatan program pengelolaan Human Capital.
Dalam mendukung pemahaman yang lebih komprehensif terhadap pengalaman dan kesejahteraan karyawan, EES juga menggali aspek yang berkaitan dengan kepuasan kerja dan kebahagiaan karyawan. Aspek job satisfaction terutama tercermin melalui pertanyaan mengenai lingkungan dan suasana kerja yang membuat karyawan merasa nyaman dan betah bekerja, serta didukung oleh pertanyaan mengenai dukungan perusahaan, dukungan atasan, hubungan kerja dalam organisasi, dan pengembangan karyawan. Sementara itu, aspek happiness digali melalui pertanyaan mengenai kondisi dan suasana emosional karyawan secara umum.
Ke depan, WEGE akan terus menyempurnakan cakupan EES, termasuk dengan mempertimbangkan pengukuran yang lebih eksplisit terhadap aspek purpose, yang berkaitan dengan makna dan tujuan pekerjaan bagi karyawan, serta stress, yang berkaitan dengan tingkat tekanan atau beban emosional yang dialami dalam menjalankan pekerjaan.