Ecosystems and resources at the heart of environmental stewardship
// 01 Komitmen Kami

Lingkungan Lestari

WEGE berkomitmen menerapkan konstruksi berkelanjutan melalui penyediaan produk dan jasa berkualitas dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sepanjang construction lifecycle, penerapan sistem manajemen lingkungan secara konsisten, pengendalian dampak lingkungan, serta inovasi dan efisiensi untuk mendukung agenda transisi iklim global dan penciptaan nilai berkelanjutan.

Kinerja Lingkungan

(dalam ribu)

43,603 Konsumsi Air Bersih (m³)
17,799 Konsumsi Energi Listrik (GJ)
25,143 Konsumsi BBM (tCO₂ )
19,858 Emisi Cakupan 1 (tCO₂ )
4,301 Emisi Cakupan 2 (tCO₂ )
1,037 Emisi Cakupan 3 (tCO₂ )
0.2 Limbah B3 (ton)
10 Limbah Non B3 (ton)
4.5 Limbah Reuse & Recycle (ton)
a Pengelolaan Energi

Pengelolaan Energi

Penggunaan Listrik & BBM
Satuan : GJ

WEGE telah menerapkan Sistem Manajemen Energi berdasarkan ISO 50001:2018 dengan cakupan implementasi di Kantor Pusat, Pabrik, dan Fasilitas Perkantoran di Pabrik Modular, serta Proyek.

Perseroan berkomitmen meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar melalui berbagai inisiatif, antara lain pemanfaatan panel surya, penghematan listrik dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan, optimalisasi penggunaan AC, penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi konsumsi BBM, serta pengaturan operasional alat berat agar penggunaan bahan bakar lebih efisien. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam mendukung operasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Adapun pencapaian kinerja energi secara korporasi ditetapkan target penghematan energi (energy saving) sebesar tahun 2% di tahun 2025.

Target penggunaan listrik pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 19,579 GJ. Realisasi penggunaan listrik pada tahun 2025 tercatat sebesar 17,799 GJ, atau lebih rendah 1,780 GJ dibandingkan target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Target penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 426,032 GJ. Realisasi penggunaan BBM pada tahun 2025 tercatat sebesar 387,301 GJ, atau lebih rendah 38,731 GJ dibandingkan target yang telah ditetapkan.

WEGE mendukung transisi menuju pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap, yang saat ini telah diimplementasikan pada fasilitas pabrik modular melalui penggunaan panel surya sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Penggunaan Energi Terbarukan
Februari 2026

1.161 kWh

Maret 2026

1.023 kWh

April 2026

1.387 kWh

WEGE menerapkan program efisiensi energi pada operasional kantor dan proyek melalui pemanfaatan teknologi hemat energi, optimalisasi penggunaan peralatan, serta pengendalian konsumsi listrik secara berkelanjutan. Inisiatif ini mendukung pengurangan biaya operasional, penurunan emisi gas rumah kaca, dan peningkatan kinerja lingkungan perusahaan.

KANTOR PUSAT

  • Memaksimalkan penggunaan lampu dan peralatan hemat energi
  • Penerapan teknologi sensor gerak dan sensor cahaya untuk menekan konsumsi listrik pada area tertentu
  • Penggantian komputer pribadi dengan laptop yang lebih hemat energi
  • Pemasangan meteran listrik per beban untuk pemantauan yang lebih akurat
  • Pemasangan stiker pengingat hemat energi di ruang kerja dan area publik sebagai bagian dari kampanye penghematan internal

PROYEK

  • Perancangan bangunan yang pencahayaan alami pada siang hari
  • Memaksimalkan Penggunaan lampu dan peralatan hemat energi
  • Penerapan teknologi sensor gerak dan sensor cahaya untuk menekan konsumsi listrik pada area tertentu
  • Penggantian komputer pribadi dengan laptop yang lebih hemat energi
  • Pemasangan meteran listrik per beban untuk pemantauan yang lebih akurat
  • Penguatan digitalisasi proses mulai dari persetujuan shop drawing hingga rapat koordinasi melalui aplikasi daring untuk menekan penggunaan energi
  • Pemasangan stiker pengingat hemat energi di ruang kerja dan area publik sebagai bagian dari kampanye penghematan internal
  • Pemanfaatan metode prefabrikasi, penggunaan material daur ulang, dan pemilihan material lokal dengan jarak transportasi maksimal sekitar 800 km
  • Penetapan standar dan kebijakan untuk memastikan penggunaan material ramah lingkungan pada setiap proyek
  • Pengembangan produk modular yang mampu mempersingkat waktu konstruksi, menekan kebutuhan energi, serta mengurangi emisi

(kWh/m2/bulan)

Target Penghematan Listrik
≤ 15
Realisasi
2.82

(% dari rencana pengurangan penggunaan BBM)

Target Pengurangan BBM
≥ 20%
Realisasi
28%

WEGE berupaya mengoptimalkan penggunaannya melalui berbagai inisiatif efisiensi energi. Upaya ini sekaligus mendukung implementasi Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.

b Pengelolaan Air

Pengelolaan Air

WEGE memahami bahwa air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan manusia, tidak hanya untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar kantor pusat maupun area proyek.

Perusahaan memperoleh air dari dua sumber utama, yaitu PDAM dan air tanah, dengan pengelolaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan perlindungan sumber daya air. Selama periode pelaporan, pemantauan konsumsi air dilakukan pada kantor pusat dan seluruh proyek. Pengawasan di kantor pusat dilakukan secara rutin oleh Corporate Secretary untuk memastikan penggunaan air tetap efisien dan memenuhi target pengelolaan yang telah ditetapkan.

Target penggunaan air di proyek pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 47,996 m³. Realisasi penggunaan air pada tahun 2025 tercatat sebesar 43,605 m³, atau lebih rendah 4,391 m³ dibandingkan target yang telah ditetapkan.

Penghematan Air di Proyek
(Liter/Orang/Bulan)
Target
≤ 1500
Realisasi
1187

WEGE memahami bahwa air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan manusia, tidak hanya untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar kantor pusat maupun area proyek. Perusahaan telah memasang perangkat penghemat air (water saving devices) berbasis sensor untuk optimalkan penggunaan air selama kegiatan proyek. Selain itu, flow meter atau watermeter juga dipasang disetiap lokasi proyek baru untuk meningkatkan akurasi pencatatan serta efektivitas pemantauan konsumsi air secara berkala.

1

LATAR BELAKANG & TUJUAN

  • Meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui sistem zero runoff
  • Mengurangi limpasan air hujan
  • Meningkatkan infiltrasi dan memaksimalkan daur ulang air
  • Mendukung penghematan air dan kelestarian lingkungan
2

KONSEP UTAMA SISTEM DRAINASE

KONSEP UTAMA SISTEM DRAINASE

3

TATA KELOLA AIR HUJAN

TATA KELOLA AIR HUJAN

4

EFISIENSI DAN TARGET PENGHEMATAN AIR

Perusahaan telah menerapkan beberapa program efisiensi penggunaan air di proyek konstruksi.

Pemasangan water saving device
Pemantauan air dengan water meter
Pemanenan air hujan (rainwater harvesting)
Daur ulang air (greywater) untuk menyiram tanaman, membersihkan jalan, dan membersihkan alat berat
Upaya target penghematan air pada fase konstruksi adalah 1500 liter/orang/bulan untuk pekerja konstruksi
5

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

Mengingat semakin terbatasnya sumber air bersih, perusahaan mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan pemakaian air. Salah satunya adalah pemasangan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di kantor pusat sejak 2021. Fasilitas ini memungkinkan air limbah yang telah melalui proses pengolahan digunakan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti penyiraman tanaman dan pemeliharaan area hijau.

6

PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

Dalam pengelolaan air limbah, perusahaan memastikan bahwa setiap aliran limbah diproses dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Air bekas pakai dari kantor pusat dan proyek dialirkan melalui sistem pembuangan terstruktur.

Pada beberapa proyek, air bekas cuci beton diarahkan terlebih dahulu ke bak pengendapan untuk menghilangkan material padat sebelum dibuang ke saluran kota. Sementara itu, limbah dari toilet dialirkan ke lubang resapan melalui septic tank, memastikan proses pengelolaan berlangsung aman dan ramah lingkungan.

7

LIMBAH CAIR DARI TOILET PORTABLE PEKERJA LAPANGAN

LIMBAH CAIR DARI TOILET PORTABLE PEKERJA LAPANGAN

Dilakukan penampungan pada septic tank sementara, kerja sama dengan pihak ketiga untuk diangkut keluar proyek setiap seminggu sekali.

8

EDUKASI & SOSIALISASI

Perusahaan juga melaksanakan program edukasi bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya penghematan air. Sosialisasi dilakukan di seluruh unit kerja, termasuk kantor pusat, pabrik, dan area proyek, untuk membangun kebiasaan penggunaan air yang lebih bijak. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat menurunkan konsumsi air secara signifikan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Iklim & Karbon

Iklim & Karbon

Target Emisi Nol Bersih 2060
Jumlah Emisi
Tahun
Tahun Emisi (Cakupan 1 & Cakupan 2) Reduksi Emisi
Keluaran Perbandingan Tahun sebelumnya Realisasi Target
2022 - - - -
2023 11,880.7 - 0% 0%
2024 18,662.0 11,880.7 0% 0%
2025 24,106.9 18,662.0 0% 0%
2026 31,723.3 24,106.9 0% 0%
Tabel performa Reduksi Emisi (Cakupan 1 & Cakupan 2)

WEGE berkomitmen untuk mendukung transisi iklim global melalui strategi pengelolaan gas rumah kaca yang komprehensif. Peta jalan ini menguraikan komitmen jangka panjang Perusahaan untuk mengurangi emisi operasional, meningkatkan efisiensi energi, mempercepat adopsi energi terbarukan, dan mencapai Net Zero Emission sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi energi, elektrifikasi pada operasional, hingga penggunaan energi terbarukan.

WEGE menargetkan pencapaian Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada tahun 2060 untuk Cakupan 1 dan Cakupan 2. Komitmen ini menjadi bagian dari arah strategis perusahaan dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim.

WEGE menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menuju operasional konstruksi yang lebih rendah karbon. upaya ini dilakukan secara bertahap melalui penugatan sistem investarisasi emisi, peningkatan efisiensi energi, serta penerapan teknologi konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Roadmap Net Zero Emission mengungkapkan strategi dekarbonisasi bertahap yang berfokus pada efisiensi operasional, elektrifikasi, integrasi energi terbarukan, dan pengelolaan energi cerdas guna mendukung pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060.

Emisi Gas Rumah Kaca
Jumlah Emisi

WEGE secara bertahap melakukan pengelolaan dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui pemantauan emisi, efisiensi energi, serta penerapan praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

Perhitungan emisi mencakup Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 sesuai pedoman IPCC Guidelines dan faktor emisi ketenagalistrikan DJK ESDM.

Pada tahun 2024 dan 2025, WEGE telah berhasil melakukan pengukuran dan pelaporan emisi Cakupan 3 untuk tiga kategori utama, yaitu transportasi dan distribusi hulu, perjalanan dinas, serta pembelian barang dan jasa..

Target Emisi pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 27,658 tCO2e. Realisasi emisi pada tahun 2025 tercatat sebesar 25,143 tCO2e, atau lebih rendah 2,524 tCO2e dibandingkan target yang telah ditetapkan.

WEGE mengidentifikasi perubahan iklim sebagai risiko sekaligus peluang strategis dalam pengembangan bisnis berkelanjutan. Risiko utama meliputi dampak fisik seperti cuaca ekstrem, kenaikan suhu, banjir, dan kenaikan permukaan air laut yang dapat menghambat proyek, meningkatkan biaya operasional, serta menurunkan produktivitas. Untuk mitigasinya, WEGE menerapkan penguatan risk assessment, adaptive scheduling, desain infrastruktur yang lebih resilien, efisiensi penggunaan air, serta perlindungan asuransi proyek.

Dari sisi transisi, perubahan regulasi karbon dan standar bangunan hijau menjadi tantangan yang direspons melalui penerapan green design, pengembangan konstruksi rendah karbon, dan peningkatan transparansi ESG guna menjaga daya saing serta kepercayaan investor. Di sisi peluang, WEGE melihat potensi besar pada pembangunan green building, Zero Emission Building (ZEB), energi terbarukan, dan infrastruktur hijau yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan ketahanan jangka panjang perusahaan.

Pengelolaan Risiko dan Peluang Perubahan Iklim
d Limbah & Polutan

Limbah & Polutan

WEGE memiliki komitmen dan strategi dalam mengelola limbah konstruksi termasuk limbah pembongkaran konstruksi secara bertanggung jawab sebagai bagian dari implementasi praktik pembangunan berkelanjutan. Komitmen dan strategi tersebut dituangkan dalam desain proyek konstruksi sebelum kegiatan pembangunan konstruksi dimulai yang mengarahkan pengelolaan limbah konstruksi dan pembongkaran agar dilakukan secara sistematis melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Rencana pengelolaan limbah telah dimasukkan ke dalam desain proyek konstruksi sebelum kegiatan pembangunan dimulai, sehingga pengendalian limbah dapat direncanakan secara sistematis sejak tahap awal untuk seluruh proyek konstruksi.

Dalam pelaksanaannya, seluruh proyek juga menetapkan target khusus terkait pengurangan limbah konstruksi, termasuk upaya reduce, reuse, dan recycle (3R) terhadap material konstruksi yang dihasilkan selama proses pembangunan di seluruh proyek konstruksi. WIKA Gedung telah mengimplementasikan pemilahan limbah di seluruh lokasi proyek konstruksi sehingga limbah yang dihasilkan dapat dikelola secara lebih optimal sesuai dengan jenis dan potensi pemanfaatannya. Perusahaan telah melakukan berbagai upaya pemanfaatan residu material untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan proyek konstruksi, antara lain penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai campuran screed lantai, pemanfaatan limbah besi, kayu, dan residu beton untuk kebutuhan proyek, penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran mortar, pengolahan limbah besi menjadi steel deck dan safety railing, serta pemanfaatan drum bekas sebagai tempat sampah.

Selain itu, diterapkan berbagai inisiatif ramah lingkungan seperti pengembangan produk modular untuk mengurangi limbah konstruksi, penerapan metode prefabrikasi dan material daur ulang, penggunaan material lokal dalam radius ±800 km, serta pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan siklus hidup material guna menekan emisi dan limbah pada setiap tahap konstruksi. Contoh penerapan nyata dilakukan pada proyek Jakarta International Stadium (JIS) melalui penggunaan kembali limbah material untuk mendukung keberlanjutan proyek dan mengurangi jejak ekologis.

Untuk memastikan implementasi pengelolaan limbah konstruksi yang efektif, sepanjang tahun 2025 di seluruh proyek konstruksi, WEGE secara rutin memberikan imbauan, sosialisasi, dan pelatihan kepada seluruh tenaga kerja serta kontraktor mengenai teknik pengelolaan limbah konstruksi yang baik dan bertanggung jawab.

Alur Pengelolaan Limbah Konstruksi
Alur Pengelolaan Limbah Konstruksi
Penggunaan Kembali & Daur Ulang Limbah Proyek
Penggunaan Kembali & Daur Ulang Limbah Proyek

KANTOR PUSAT
LIMBAH NON B3
Satuan : Ton
LIMBAH B3
Satuan : Ton
PROYEK
LIMBAH NON B3
Satuan : Ton
LIMBAH B3
Satuan : Ton

Timbulan limbah merupakan sisa material atau hasil buangan dari aktivitas operasional perusahaan, baik yang berasal dari kegiatan perkantoran maupun proyek. Limbah terbagi menjadi dua kategori utama yaitu Limbah Non B3 dan Limbah B3.

  • Secara keseluruhan, pengelolaan limbah menunjukkan tren yang lebih baik pada tahun 2025, khususnya pada penurunan Limbah Non B3 dan Limbah B3 di proyek.

  • Perusahaan menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan melalui pengurangan timbulan limbah dan peningkatan pengelolaan lingkungan.

  • Diperlukan konsistensi monitoring, pengelolaan limbah terpadu, serta program reduce–reuse–recycle (3R) untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja lingkungan di tahun berikutnya.

  • Target timbulan limbah non-B3 di proyek pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 435.63 ton. Realisasi timbulan limbah non-B3 pada tahun 2025 tercatat sebesar 396.03 ton, atau lebih rendah 39.60 ton dibandingkan target yang telah ditetapkan.

  • Target timbulan limbah B3 di proyek pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 51.12 ton. Realisasi timbulan limbah B3 pada tahun 2025 tercatat sebesar 46.48 ton, atau lebih rendah 4.64 ton dibandingkan target yang telah ditetapkan.

  • Pengelolaan limbah mencakup 100% operasional perusahaan (data waste mencakup seluruh aktivitas operasional).
  • Limbah yang dikelola terdiri dari limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Limbah Non B3.
  • Pengelolaan dilakukan berdasarkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup).
  • Seluruh proyek berada di bawah tanggungjawab QSHE Division yang memastikan proses penanganan limbah dilakukan secara bertanggungjawab, transparan, dan akuntabel.
  • Perusahaan bekerja sama dengan pihak ketiga berizin dan kompeten dalam pengelolaan sampah dan limbah B3 yang dihasilkan.
PENGELOLAAN LIMBAH
PENEMPATAN MATERIAL

Material ditempatkan di area penyimpanan yang tertata rapi, aman, dan sesuai jenisnya.

material-placement
material-placement
material-placement
IDENTIFIKASI JENIS SAMPAH (KANTOR PUSAT)

Sampah diidentifikasi untuk memastikan pemilahan yang tepat sesuai jenis dan karakteristiknya.

Standarisasi Warna Tempat Sampah
Standarisasi Warna Tempat Sampah
Laporan Pembuangan Sampah
Laporan Pembuangan Sampah
Tempat Sampah :
  1. Merah. Sampah B3
  2. Kuning. Sampah Anorganik
  3. Hijau. Sampah Organik
  4. Abu-abu. Residu
PENGENDALIAN LIMBAH B3
PENGENDALIAN LIMBAH B3

Pengendalian material B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dilakukan sebagai upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga keselamatan kerja di area operasional maupun proyek. Proses pengendalian dimulai dengan menyediakan tempat sampah khusus limbah B3 serta fasilitas pendukung sesuai standar keselamatan.

Rumah khusus limbah B3
Rumah khusus limbah B3
Pemasangan simbol limbah B3
Pemasangan simbol limbah B3
Neraca Limbah B3
Neraca Limbah B3
Penyediaan absorber untuk penanganan tumpahan
Penyediaan absorber untuk penanganan tumpahan
Pembuatan bak kontrol
Pembuatan bak kontrol
Penyediaan APAR
Penyediaan APAR
Penyediaan tempat sampah B3
Penyediaan tempat sampah B3

Limbah non B3 cair adalah air limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional sehari-hari yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Perusahaan berkomitmen mengelola limbah cair secara bertanggungjawab untuk menjaga kualitas lingkungan dan mendukung keberlangsungan.

Seiring meningkatnya kesadaran akan ketersediaan sumber air bersih yang terbatas perusahaan mengambil langkah stratigis untuk mengoptimalkan pemakaian air. Salah satu inisiatif utama adalah pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di kantor pusat pada tahun 2021. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah limbah cair sebelum di buang ke lingkungan agar memenuhi baku mutu dan mendukung keberlanjutan perusahaan. Sementara itu, di proyek limbah non B3 cair diserahkan ke pihak ketiga untuk diangkut.

Diagram Pengolahan Limbah Cair (Kantor Pusat)
Diagram Pengolahan Limbah Cair (Kantor Pusat)
Pengendalian Pencemaran Air
Ketaatan terhadap izin IPLC (Izin Pengolahan Limbah Cair)
Ketaatan terhadap titik pentaan
Ketaatan terhadap parameter baku mutu air limbah
Ketaatan terhadap pemenuhan baku mutu
Ketaatan terhadap ketentuan teknis
Bio Tank
Bio Tank Bio Tank
Mobil Septic Tank
Mobil Septic Tank Mobil Septic Tank
Dilakukan pengumpulan pada septic tank sementara, kerjasama dengan pihak ketiga untuk diangkut ke luar proyek.

Program strategis PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) ini merupakan inisiatif pengembangan pemanfaatan material sisa konstruksi menjadi material dan produk bernilai tambah melalui kolaborasi inovasi bersama Universitas Gadjah Mada. Program ini diarahkan untuk mendorong terciptanya inovasi material, pengembangan intangible asset perusahaan, serta membuka peluang komersialisasi dan pengembangan bisnis baru berbasis hasil riset dan teknologi.

Selain mendukung upaya peningkatan keberlanjutan dalam proses konstruksi, program ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui pengurangan waste material, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, peningkatan efisiensi operasional, serta potensi pengurangan Harga Pokok Produksi (HPP). Pengembangan inovasi juga diarahkan pada potensi kepemilikan HAKI/intellectual property, pengembangan produk material alternatif, serta peluang implementasi pada proyek maupun pasar konstruksi yang lebih luas.

Melalui sinergi antara dunia industri dan akademisi, program ini menjadi langkah strategis WEGE dalam membangun kapabilitas inovasi yang berorientasi pada efisiensi, nilai tambah bisnis, dan penguatan daya saing perusahaan di masa depan.

e Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

WIKA Gedung — Keanekaragaman Hayati

WEGE menyadari bahwa keberlangsungan keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, Perseroan berupaya melindungi berbagai unsur ekosistem mulai dari spesies flora dan fauna, keragaman genetik, hingga keseimbangan ekosistem alami, Penjagaan terhadap elemen-elemen tersebut dipandang sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan operasional perusahaan, karena kondisi habitat yang stabil akan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

WEGE menyadari bahwa modal alam (natural capital) memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan, khususnya pada sektor konstruksi yang berkaitan erat dengan penggunaan sumber daya alam dan lahan. Untuk itu, WEGE melakukan asesmen risiko keanekaragaman hayati di seluruh proyek konstruksi tahun 2025. Asesmen tersebut mencakup potensi risiko seperti curah hujan ekstrem, banjir, perubahan penggunaan lahan, dan kondisi ekosistem, termasuk risiko yang teridentifikasi WEGE mengintegrasikan aspek lingkungan dan keanekaragaman hayati ke dalam Risk Register perusahaan, menerapkan mitigasi dan pemulihan lingkungan melalui penanaman vegetasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong praktik konstruksi berkelanjutan yang meminimalkan dampak terhadap ekosistem dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan

Restorasi & Rehabilitasi Lingkungan
  • Penanaman ± 4.310 pohon di area proyek
  • Pemulihan lingkungan pasca konstruksi (restorasi)
  • Restorasi & Rehabilitasi Lingkungan
Pelestarian Keanekaragaman Hayati
  • Restorasi & Rehabilitasi Lingkungan
  • Peningkatan fungsi ekosistem lokal
  • Dukungan keberlanjutan habitat alam (regenerate)
Kolaborasi & Keterlibatan Stakeholder
  • Kerjasama dengan unit Pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (UP-KWPLH) Balikpapan
  • Program revitalisasi kawasan edukasi lingkungan
Implementasi No Net Deforestation
  • Pencegahan & pengelolaan dampak hutan
  • Rehabilitasi, restorasi, / kompensasi setara
  • Minimasi deforestasi sepanjang rantai operasional
Kepatuhan & Tata Kelola
  • Mengacu pada regulasi kehutanan Indonesia
  • Pengawasan dari tahap perencanaan hingga konstruksi
  • Integrasi aspek lingkungan dalam operasional
Keseimbangan Pembangunan Lingkungan
  • Infrastruktur berkelanjutan
  • Perlindungan ekosistem hutan
  • Pendekatan pembangunan ramah lingkungan jangka panjang

WEGE telah menunjukkan komitmen awal terhadap pelestarian keanekaragaman hayati melalui pelaksanaan berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan kegiatan operasional dan program sosial lingkungan perusahaan.

Produk Berkelanjutan

Produk Berkelanjutan

Konsep Modular Wika Gedung

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, WEGE mengklasifikasikan produk modular sebagai salah satu portofolio produk berkelanjutan sebagai solusi konstruksi berkelanjutan. Modular tidak hanya dilihat sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai strategi untuk mendukung prinsip green construction, circular economy, dan efisiensi energi dalam industri konstruksi.

Konsep modular merupakan pendekatan konstruksi modern yang menekankan pada proses fabrikasi komponen bangunan secara terstandarisasi di luar lokasi proyek (off-site construction), kemudian dirakit secara sistematis di lapangan. Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas pekerjaan, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca serta meminimalkan potensi kesalahan konstruksi.

WEGE meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bangunan gedung hijau guna mendukung pengembangan produk dan proses konstruksi yang lebih berkelanjutan, efisien, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan lingkungan.

Dalam rangka menjamin kredibilitas produk berkelanjutan bagi berbagai pihak pemangku kepentingan, saat ini, produk berkelanjutan Bangunan Gedung Hijau WEGE sedang dalam proses verifikasi eksternal. Hasil verifikasi ini diharapkan dapat memberikan keyakinan tambahan terkait kualitas, keberlanjutan, dan integritas produk, sekaligus menjadi dasar bagi WEGE untuk terus meningkatkan praktik konstruksi hijau dan mendukung standar pembangunan berkelanjutan.

Pabrik Modular

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan produk berkelanjutan, WEGE memiliki Pabrik Modular di Bogor yang mendukung inovasi metode konstruksi modern. Infrastruktur ini memungkinkan peningkatan efisiensi material, pengurangan dampak lingkungan, serta penyediaan solusi bangunan yang lebih berkelanjutan bagi pelanggan.

Pengembangan Produk Modular

WIKA Gedung tetap terus berinovasi dan mengembangkan portofolio produk berkelanjutan produk modular sebagai bagian dari strategi berkelanjutan, menghadirkan solusi konstruksi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Pendapatan berasal dari penerapan material ramah lingkungan, teknologi modular, serta sistem efisiensi energi dan air. Produk ini meningkatkan nilai proyek sekaligus memenuhi tuntutan pasar terhadap pembangunan hijau.

Sertifikasi Gedung

Meningkatkan daya saing proyek, menarik investor, serta membuka peluang insentif.

Dampak terhadap Pendapatan

Integrasi keduanya mendorong peningkatan nilai jual proyek, memperluas pasar, dan menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.

PRODUK BERKELANJUTAN MODULAR
2022
PRODUKSI
2.180
Modul
TERJUAL
2.098
Modul
2023
PRODUKSI
591
Modul
TERJUAL
173
Modul
2024
PRODUKSI
2.023
Modul
TERJUAL
2.602
Modul
2025
PRODUKSI
238
Modul
TERJUAL
302
Modul
2026
(Rencana)
PRODUKSI
2134
Modul
1
PENDAPATAN PRODUK MODULAR Rp Miliar
2025
2024
2023
2022
Produk Modular
  • WEGE Flatpack (WGF)
  • Modular Lite (MOLI)
  • Toilet Pod
3.05
237.35
131.08
233.99
Pendapatan Keseluruhan proyek
1,623.56
3,673.53
3,979.71
2,366.00
% Pendapatan Produk Modular
0.19%
6.46%
3.29%
9.89%
REKOMENDASI 2025
Mendorong kenaikan revenue produk berkelanjutan melalui inovasi produk, perluasan pasar, dan peningkatan proyek modular berkelanjutan.
2
PENDAPATAN BANGUNAN GEDUNG HIJAU Rp Juta
PROYEK
2025
2024
2023
2022
Jakarta International Stadium (JO)
- - - 158,929
Paket 3 Pembangunan AGLC,ASLC & IFFLC (UGM) – JO
- - - -
Pembangunan SGLC & ERIC - UGM (JO)
- - - 42,313
Gedung Pusat Inovasi & Pengembangan SDM Industri 4.0
- - - -
Pembangunan Gedung Pendidikan dan Laboratorium MKGI (Center of Excellence) – BMKG
- - - 7,486
Gedung Kemenko 1 – IKN
33,544 475,234 284,791 -
Rumah Susun Paspampres (Hunian ASN IKN)
180,547 1,189,309 412,447 -
Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 dan Kawasan Kantor Kementerian PUPR
307,836 283,049 - -
Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja (JO)
200,149 - - -
Rancang Bangun Pembangunan Tower Undip Tembalang
76,811 - - -
TOTAL
Rp Juta
798,887 1,947,592 697,238 208,728
Pendapatan Keseluruhan Proyek
Rp Juta
1,623.56 3,673.53 3,979.71 2,366.00
% Pendapatan BGH
49% 53% 18% 9%

1
Jumlah Bangunan Gedung
PROYEK
2025
2024
2023
2022
Jumlah Bangunan Bersertifikat Hijau
2 2 3 -
Jumlah Keseluruhan Proyek
7 14 21 18
% Jumlah Bangunan Bersertifikat Hijau terhadap Jumlah Keseluruhan Proyek
28,5% 14,2% 14,2% 0%

Pembangunan Rumah Susun Paspampres IKN

Kategori
Utama BGH PUPR

Pembangunan Wing 1 Kementrian PUPR IKN

Kategori
Utama BGH PUPR

Bangunan Gedung dan Kawasan Basilika & Gereja

Kategori
Utama BGH PUPR

Pembangunan Tower Undip Tembalang

Kategori
Utama BGH PUPR
g Material Ramah Lingkungan

Material Ramah Lingkungan

Dalam upaya mengurangi limbah, WEGE mengimplementasikan produk Modular dengan metode Prefabricated Prefinished Volumetric Construction (PPVC) untuk mengurangi limbah konstruksi dan meningkatkan efisiensi. Penggunaan modular juga meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan sumber daya, sekaligus mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan.

MANFAAT METODE PPVC
  • Kualitas konstruksi yang lebih presisi
  • Waktu penyelesaian yang lebih cepat
  • Dampak lingkungan yang lebih rendah
  • Efisiensi penggunaan sumber daya
KOMPONEN MODULAR DIRAKIT DI LUAR PROYEK
  • Proses pemasangan menjadi lebih cepat dan lebih rapi
  • Mengurangi pemborosan material
  • Menekan limbah konstruksi
  • Meminimalkan polusi suara dan udara di lokasi proyek
  • Menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan bersih bagi para pekerja
PEMANFAATAN RESIDU MATERIAL
  • Beton yang tersisa dari proses pengecoran kembali digunakan dalam pekerjaan beton decking
  • Pengolahan limbah besi menjadi elemen cakar ayam, steel deck, dan safety railing
  • Penggunaan fly ash dan limbah bata ringan sebagai substitusi sebagian pasir dalam pekerjaan screed lantai
  • Penggunaan potongan bata ringan sebagai campuran mortar untuk plesteran dinding
  • Penggunaan drum bekas sebagai wadah tempat sampah
INISIATIF LAINNYA DALAM PENGELOLAAN MATERIAL
  • Pengembangan produk modular guna mengurangi emisi dan limbah konstruksi yang muncul
  • Penerapan metode produksi yang lebih ramah lingkungan, seperti prefabrikasi, penggunaan material daur ulang, dan pemilihan material lokal yang diperoleh dari radius kurang dari +/- 800 km
  • Pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan siklus hidup material untuk mengurangi limbah dan emisi pada tiap tahap konstruksi